Puasa Ramadhan dan bentuk kepedulian diri sendiri
Bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah itulah yang dikatakan orang karena dibulan tersebut semua ibadah dilipat gandakan oleh Allah SWT. Puasa merupakan salah satu dari rukun islam atau bisa disebut arkanu al islam al khamsah (unsur-unsur sakral dalam Islam) setelah syahadat dan sholat. Pelaksanaan puasa dibulan ramadhan menjadi hal yang wajib bagi kebanyakan muslim pada umumnya dan tidak bisa diganggu gugat lagi.
Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan pendidikan, kepedulian sosial dan penuh dengan kepekaan diri seseorang hamba atas instruksi Allah SWT, bulan ini juga berisikan rahmat, dan dijauhkan dari siksa api neraka bagi yang menjalankan puasa. Menurut Ibn Kasir, puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan berjimak dengan niat ikhlas karena Allah Mahamulia dan Mahaagung karena puasa memiliki manfaat bagi kesucian, kebersihan, kecemerlangan pada diri dari campuran keburukan dan akhlak yang rendah. Oleh karenanya puasa meningkatkan penyembuhan sifat rakus dan sombong manusia yang berawal telah terobati oleh sholat melalui ruku dan sujud agar manusia sadar akan siapa dirinya dan tidak melakukan kerusakan akan kerakusan dan kesombongan.
Puasa juga menjernihkan batin kita. Ibadah puasa yang dijalani akan meningkatkan kualitas diri manusia dan juga menjalankan puasa dilakukan dengan penuh khusyuk dan ikhlas akan menghilangkan sifat amarah dan menghadirikan ketenangan berpikir. Sesuai dengan manfaat puasa, yang berfungsi sebagai pengendalian hawa nafsu dan bisa dikatakan bentuk kepedulian diri sendiri. Manusia tak bisa mengendalikan nafsu hanya akan menjadi pribadi yang egois, perusak alam, dan pengejar kekuasan sehingga juga secara tidak langsung merusak dirinya sendiri.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa hikmah dari menjalankan ibadah puasa:
1. Melatih diri melawan hawa nafsu
Puasa yang dilaksanakan dari subuh hingga adzan magrib berkumandang tentu bukan hal mudah jika kita tidak terbiasa menahan diri. Larangan saat berpuasa seperti makan dan berhubungan suami istri tentu mengajarkan agar manusia dapat mengelola emosi dan dorongan hawa nafsunya, tentu saja bukan untuk dihilangkan namun dapat dikelola dengan baik agar dapat mencapai tujuan hidup menurut islam, dan tujuan penciptaan manusia.
2. Mengajarkan untuk hidup sederhana
Dengan berpuasa kita pun juga dapat melatih untuk hidup sederhana. Ketika berpuasa kita tidak banyak untuk membeli makanan atau minuman, dan menahan diri dari segala hal duniawi. Hal ini juga sekaligus mengajarkan kita untuk hidup berempati sosial pada lingkungan sekitar yang mungkin hidupnya lebih kurang beruntung dari kita.
3. Menjaga kesehatan
Manfaat dari puasa adalah kesehatan tubuh lebih terjaga dan dapat melakukan detoksifikasi atau pengeluaran racun dalam tubuh. Hal ini tentu saja dapat membuat tubuh kita lebih fit dan sehat. Hal ini karena tubuh kita beristirahat dari segala macam makanan atau minuman yang tidak sehat serta dibatasi agar tidak banyak makan berlebihan. Bahkan, para pakar kesehatan banyak merekomendasikan orang-orang yang sedang mengalami penyakit tertentu untuk melakukan puasa.
4. Melatih diri membiasakan istiqomah beribadah
Jenis puasa banyak. Ada puasa wajib dan puasa sunnah. Jika dilakukan terus menerus maka hal ini akan menambah keistiqomah kita dalam beribadah dan juga melaksanakan perintah-perintah Allah lainnya.
5. Memperoleh kenikmatan sebagai umat Nabi Shallallahu alaihi wa sallam
Kita tidak akan pernah mendapatkan kenikmatan menjadi ummat rasul jika kita tidak pernah menjalankannya. Untuk ibadah puasa akan membuat kita semakin bermakna dan nikmat menjadi ummat Rasulullah SAW.
Sumber:
Muhammad Nasib ar-Rifa’i, Ringkasan Tafsir Ibnu Kasir, terj. Budi Permadi Jld, I (Jakarta: Gema Insani, 2011) cet I h. 221-222
https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/19/05/13/prfzj9458-puasa-dan-kejernihan-jiwa
Komentar
Posting Komentar